Popular Posts

Tuesday, August 4, 2015

Momen Ramadhan dan Lebaran yang penuh makna

Alhamdulillah puasa kali ini saya sedang mengandung 6 bulan, karena bagi saya Bulan Ramadhan adalah momen yang sangat istimewa ditambah keadaan saya yang sedang diberi amanah oleh ALLAH SWT untuk mengandung maka Ramadhan kali ini double istimewa. Dalam menjalani puasa ketika hamil pasti ada pro dan kontra...ada yang mengatakan kasihan calon baby yang nanti kurang mendapat asupan gizi tetapi ada juga yang mengatakan tidak apa-apa karena itu bagus untuk kami berdua (ibu dan si baby). Beruntungnya suami sangat mendukung saya untuk melaksanakan puasa karena berfikir bahwa Bulan Ramadan merupakan bulan berkah, bulan pengampunan (maghfirah), dan dijauhkan dari api neraka bagi hamba-hambaNya yang berpuasa berikut ibadah-ibadah lainnya. Itulah sebabnya, pada umumnya umat Islam akan berusaha semaksimal mungkin untuk menunaikan ibadah puasa sebagaimana yang diperintahkan. Dengan berbekal hal tersebut Insya Allah dalam menjalankan puasa kali ini apabila diiringi dengan niat maka Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya.

Tak terasa kali ini saya full berpuasa dan Alhamdulillah selama sebulan tersebut saya menjalani ibadah dengan sangat menikmatinya, kebetulan ketika ada jadwal kontrol kehamilan sang dokter kandungan saya pun sangat mendukung ibadah puasa saya dan mengatakan ini bagus untuk calon babynya, Wallahualam Bishawab. Dengan berbekal info dari dokter kandungan bahwa gizi makanan harus tercukupi, susu diperbanyak dan vitamin tetap diminum maka Insya Allah puasa bagi ibu yang sedang mengandung baik-baik saja. Rupanya si baby pun makin sering melakukan "tendangan-tendangan" lembut, semoga saja kelak jd anak yg soleh/solehah ya nak dan berguna bagi agama juga dapat memberikan manfaat yang baik bagi yang lain. Manfaat saya melaksanakan ibadah puasa dalam keadaan mengandung juga bekerja kantoran sangat banyak, tidak terasa lemas, terasa ringan, merasa lebih sehat dan merasa waktu begitu cepat. Sungguh nikmat sekali Bulan Ramadhan kali ini, sehingga saya merasakan Lebaran tahun ini sangat berbeda.

Mengapa saya mengatakan Lebaran kali ini sangat berbeda, pertama yaitu saya menjalani ibadah puasa sebulan full lagi setelah 20 tahunan lebih tidak pernah full puasa. Kedua saya sedang mengandung buah hati titipan Allah SWT setelah Lebaran tahun lalu mengalami keguguran di kampung halaman suami. Ketiga berani mudik ke daerah Jawa Timur menggunakan kereta api di trimester 3 dengan kondisi terdeteksi kelainan rahim. Ada beberapa yang pro dan kontra dengan keputusan saya untuk mudik ke rumah mertua, tapi semua saya serahkan kepada Allah SWT karena hanya Dia yang berkehendak atas segalanya, kalau niat baik Insya Allah pasti akan selalu ada jalan yang lancar. Terima kasih kepada Allah SWT yang sudah memberikan berbagai kemudahan di Ramadhan dan Lebaran kali ini ketika vonis kelainan rahim genetik itu diketahui saya, semoga tetap istiqomah dalam menjalani hidup kedepannya. Aamiin YRA.

Tuesday, May 26, 2015

Impian Keluargaku

Membentuk sebuah keluarga adalah impian tiap makhluk hidup ciptaan Tuhan YME dan dalam agama pun sudah jelas (kebetulan agama saya adalah islam) bahwa Islam memerintahkan ummatnya untuk menikah. Anjuran ini tercantum dalam Al Qur-an dan Sunnah Nabi Sallalahu Alaihi Wasallam.
Alhamdulillah meski sekarang sudah menikah 1 tahun dan sekarang saya sudah mengandung 6 bulan, sudah tak sabar menanti kelahiran buah cinta kami dalam keadaan sehat dan sempurna. Meski begitu, masih ada impian yang belum terwujud dalam keluarga kecil kami yaitu mendalami agama kami salah satunya menghapal Al-Qur'an, dan ingin memiliki perpustakaan di rumah kami. Dalam kehidupan ini jika tidak diisi dengan hal-hal yang bermanfaat makan akan sia-sia kita hidup di dunia ini. Dengan hapal Al-Qur'an dan sering membaca buku niscaya kami akan menjadi orang-orang yang beruntung. Meskipun sangat terlambat untuk melakukannya tapi jika dilakukan dengan niat dan sungguh-sungguh pasti akan selalu diberi kemudahan, keuntungannya pun bs membuat kita tidak cepat pikun seiring bertambahnya usia. Semoga terlaksana secepatnya impian keluarga kami ini, aamiin.


#MyFamDream

Tuesday, September 9, 2014

Sampai kapan bersahabat dengan bencana

Menurut KBBI arti bencana itu bisa dilihat di http://kbbi.web.id/bencana . Pada umumnya manusia bisa hidup berdampingan dan menyesuaikan diri di alam, karena banyak yang bisa didapat di alam seperti bahan pangan, sandang bahkan papan...lengkap..kap...kap deh pokoknya.

Namun seiring berjalannya waktu, makin canggihnya teknologi dan bumi yang semakin sepuh membuat manusia lupa tentang alam yang harus selalu dijaga kelestariannya. Manusia yang serakah hanya meraup keuntungan, mengeruk bahkan merusak bentang alam. Dari sekian manusia yang ada di dunia ini, hanya sedikit yang masih peduli dengan alam sekitar. Namun jika bencana sudah datang, semua terkena imbasnya tanpa kecuali. Itulah repotnya....

Bukannya saya tidak terketuk hatinya kalau ada bencana yg menimpa saudara-saudara entah dimana mereka berada, tapi sampai kapankah kita akan bersahabat dengan bencana?? Pernahkah kita mencoba peka bahwa alam sudah lelah dengan keserakahan kita? Segalanya yang dimiliki alam pasti kita ambil tanpa ada balasan sedikitpun dari kita, yaa minimal reboisasi kek...bersikap go green kek atau apalah yang bisa membuat kita sejenak berfikir bahwa alam butuh "dihijaukan" kembali apabila kita sudah merusaknya. 

Relakah kita melihat anak cucu bahkan cicit kita tidak bisa merasakan indahnya alam bebas seperti yang kita alami di waktu kecil?? Jangan tularkan sikap egois kita kepada anak cucu dan cicit kita, bersahabatlah dengan alam.

Monday, September 8, 2014

Don't kill yourself easily

Beberapa hari yg lalu saya menonton tv dan membaca sekilas running text-nya yang beritanya cukup membuat saya tertarik untuk segera menulis di blog ini (lagi). Beritanya ga panjang tapi miris "Menurut data WHO, bahwa setiap tahunnya ada sekitar 800 ribu org yang bunuh diri, artinya setiap sekitar 40 detik ada 1 org yang melakukan bunuh diri. Hal ini terjadi di negara yg berpenghasilan rendah dan menengah. Mengerikan ternyata melihat realita spt ini, disaat jaman semakin maju dgn teknologinya malah terjadi hal seperti ini. 

Di web who.int juga memberitakan bahwa bunuh diri terjadi di seluruh dunia dan di semua usia (secara global dilakukan sekitar 70 thn ke atas, namun di beberapa negara pelakunya berusia 15-29 thn). Metode bunuh diri pun ada yang sengaja meminum racun, menggantung diri hingga menembaki tubuh sendiri.

Jika hal ini dibiarkan akan menjadi suatu permasalahan kesehatan masyarakat yang akan terus meningkat dan laporan ini merupakan panggilan untuk tindakan lebih lanjut lagi dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang dianggap tabu karena kasus bunuh diri menjadi penyebab kedua kematian dunia. Banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya bunuh diri salah satunya kemiskinan dan stress. WHO menerbitkan data ini menjelang hari pencegahan bunuh diri sedunia, yang jatuh pada Rabu 10 September mendatang.

Bunuh diri itu menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia) adalah suatu cara yang sengaja untuk mematikan diri sendiri. Dalam ranah sosial saja tindakan bunuh diri dianggap tabu apalagi ketika kita masuk dalam ranah agama bahwa bunuh diri itu merupakan suatu dosa. Masyarakat juga perlu ada kesadaran umum mengenai kasus bunuh diri. Mereka harus mengerti bagaimana cara mendekati orang-orang yang mungkin memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup. Terlalu sedikit dari kita yang tahu bagaimana harus bereaksi jika mereka mengalami hal-hal seperti itu.

Menurut saya sih agama memegang peranan utama dan  kuat untuk bisa mengurangi angka bunuh diri dan meminimalisir seseorang utk berniat buruk bunuh diri. Hidup itu tidak perlu diperumit meski sekeliling kita yg terkadang merumitkan, yakinlah segala sesuatunya Tuhan yang mengatur hidup kita. Singkat kata, apa yg bs kita sombongkan dalam kehidupan kita itu kalau secara nyata bahwa Tuhan yang telah memberikan kita nyawa. Enjoy your life...




Friday, August 8, 2014

Jodoh itu Misteri Tuhan

Beberapa hal yang ga pernah kita ketahui...yaitu Rezeki, Jodoh dan Maut (Kematian). Itu hanya Tuhan yang mengerti segalanya tentang kita. Yang penting kita sebagai manusia tetap usaha, ikhtiar dan tawakal selanjutnya sih...terserah apa kata Tuhan deh hehehehee

Kali ini gw mau membahas tentang jodoh...siapa sih yang ga kepengen dapet jodoh dan menikah. Semua orang pasti meng-amin-kan keinginan tersebut, termasuk gw #MesamMesem (ya iyalaahh...sunnah Rasulullah).

Menikah hukumnya adalah Sunnah. Karena Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Menikah itu adalah sunnah ku. Akan tetapi apabila kalian enggan untuk menikah, maka kalian bukan dari golonganku.”. Dan dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membenci sunnah ku, maka ia bukan termasuk dalam golonganku.”

Cara Tuhan mempertemukan jodoh pun bermacam-macam caranya, daripada ngomongin orang lain mending cerita tentang diri sendiri aja ya..hahahahaha ^_^. Gw ketemu suami gw ini awalnya dikenalin teman yang sama-sama sedang diklat di Palembang yang durasinya sebulan (huufftt..lamanyaaaa ga tanggung2 dah, mana ga bisa pulang pula). Singkat kata kami kenalan karena sama2 punya niat untuk menikah, tapi ya teteeuupp lah kenalan dulu (hei..hei...siapa diaaaa ^_^). Perkenalan dimulai via BBM, Facebook...selanjutnya lwt medsos lainnya (twitter, Path, Skype, YM, dll...blah keliatan niat bgt dah gw hehehehe). Selama di Palembang kan memang via dumay alias dunia maya sekaligus dapet icip2 dikasih tau dari temen gw itu sedikit2 tentang suami gw. Akhirnya setelah selesai diklat, tanpa ada rencana kopi darat atau apalah karena memang tiap hari kalo pulang gw selalu absen di kantor pusat (yaa kantor suami gw dan temen gw yang ngenalin itu) ya pas ke ruangan temen gw itu sekalianlah dikenalin..salaman dan tatap muka, simpel yak...

Yaa awalnya sih pasti temenan lah, segala sesuatu diobrolin, apapun dikomentarin, tanya kabar, bahkan hal2 yang ga krusial pun bisa aja jd bahan. Bahkan cerita ttg dia sedang dikenalin sama siapa atau gw cerita tentang masa lalu, itu pun tetap bisa jadi obrolan kami kala itu. Entah bagaimana dan kapan tepatnya chemistry itu muncul dan kami saling intens berkomunikasi. Oiya, suami gw itu orangnya islami..jadi klo udah cocok ya maunya khitbah trus nikah (Udah spt di film2 islami bgt ga sih?hehehehehe)

Kenalan Juni 2013, makin intens di Desember 2013 sampai pada akhirnya di akhir bulan itu juga dia menyampaikan niat untuk serius ke gw. Kaget, syok, bingung dan ga percaya bisa secepat itu dia mengutarakan niat yang sangat serius itu. Jujurnya sih, gw sudah mengagumi dia sudah lama mulai dari fisiknya yang manis-tinggi-manly bgt, agamanya baik, sifatnya yang leader bgt, wawasannya yang sangat luas (segalanya tau bgt..sampe keder klo ngobrol sama dia tuh). Tapi awalnya nothing to lose kenal sama dia, ga terlalu berharap muluk2 untuk dipilih (lah..siapa sih gw, hanya seorang savrina aj kok), nah yang gw maksud yaa itu tuh di awal....usaha untuk kenalan kan sudah, trus ikhtiar yang diikuti dengan ibadah yang lebih dari biasanya..selanjutnya tawakal dah sama apa kata Tuhan nantinya. Pasrah sepasrah-pasrahnya, tunduk setunduk-tunduknya apa maunya Tuhan mengenai jodoh gw. 

Dengan senang hati gw menjawab "iya", akhirnya awal Januari 2014 pertama kalinya dia datang ke rumah (klo ke bogor sih seriiinngg..ya kan mas? #eh ) dan bertemu dengan orang tua gw untuk menyampaikan niat serius menikahi gw. Sebelumnya orang tua sudah gw kasih tau klo puasa tahun kmrn gw mencoba berkenalan dengan seorang lelaki yg masih 1 institusi, meski sudah sering gw update infonya tentang dia..orang tua gw agak kaget juga dengan niat dia yg serius itu, tapi meng-iya-kan juga mereka dan langkah selanjutnya pun semakin berani, akhir Januari 2014 gw diboyong pulang ke Blitar untuk bertemu keluarganya pertama kali. Nervous...itu pasti, seakan-akan semua hal yang sudah gw susun bahan obrolannya itu langsung runtuh seketika klo sudah dag dig dug dar ketemu calon mertua hehehehehe. Alhamdulillah lancar..menurut gw sih, ga tau klo dari pihak suami gw kala itu (woles aja dah...)

Langkah selanjutnya, awal Februari 2014...keluarga suami gw datang ke bogor untuk (eng..ing...eng...) perkenalan dan lamaran!! Persiapan yang sederhana untuk menyambut keluarga suami gw yg datang jauh2 dari Blitar, mesam mesem ga jelas bgt gw waktu itu hehehehe. Setelah kelar semuanya, giliran orang tua gw datang ke Blitar dr Jember untuk menentukan hari H pernikahan kami yaaannggg jatuhnya di bulan Mei 2014. Aaaakkk...time going so fast, sampe kadang skr setelah nikah pun gw masih g nyangka aja nikah sama suami gw secepat itu.

Jodoh emang misteri, ga ada yang tau, ga bakal tau sama siapa juga dan kapan. Mau lu berharap sama yang itu eehh ga taunya sama yg ini, begitu sebaliknya. Ga tau sebelumnya sama orang itu eehh malah jadi pasangan, nobody knows right?? Yaaa..Tuhan Maha Segalanya, Maha Berkuasa, Maha Keren deh pokoknya. Terima kasih Tuhan sudah mempertemukan gw dengan suami yang sangaaaaaattt gw cintai karena Allah SWT lewat perantara teman kami itu, apapun dia, bagaimanapun dia..aku menerimanya tanpa keluhan apa pun. Setelah nikah dia makin romantis, makin care, makin makin deh buat gw jatuh cinta sama dia. Mau marah, mau nyebelin, mau buat kesel pun gw g mau jauh sama dia. I LOVE YOU SO MUCH Suamikuuuuuu..... #CiumDanPelukBertubiTubi